Menjadi Certified Read Aloud Trainer: Cerita dari Rumah

Ceritaku menjadi Certified Read Aloud Trainer
Ceritaku menjadi Certified Read Aloud Trainer

Beberapa tahun lalu, aku hanya mengenal buku anak sebatas bacaan pengantar tidur untuk anakku. Awalnya, membacakan buku hanyalah rutinitas sebelum tidur.

Tapi siapa sangka, kebiasaan kecil ini justru menuntunku hingga menjadi Certified Read Aloud Trainer, sebuah perjalanan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Kami tertawa bersama, menirukan suara hewan, menebak gambar, dan tanpa kusadari, kegiatan ini menciptkan bonding seru antara aku dan anakku.

Momen sederhana itu ternyata membekas. Anak merasa diperhatikan, aku pun merasa lebih dekat dengannya.

Aku menyadari membacakan buku ke anak selain mengenalkan kosa kata juga bisa menghadirkan rasa aman, kehangatan, dan kasih sayang dalam sebuah cerita.

Dari momen tersebut aku mulai memandang buku anak dengan cara berbeda. Teks sederhana bisa membawa makna lebih dalam, ilustrasi mampu menghadirkan emosi, dan satu cerita mampu membuka imajinasi luas bagi seorang anak.

Mengenal Dunia Literasi Anak Lebih Dalam

Perjalananku berlanjut ketika aku menemukan bahwa buku anak ternyata punya jenjang sesuai usia:

  • Board book untuk bayi, melatih motorik halus dan indera penglihatan
  • Picture book untuk balita, membangun kosa kata dan emosi
  • Early readers untuk anak mulai membaca, menumbuhkan rasa percaya diri
  • Chapter book untuk usia sekolah dasar, memperluas imajinasi dan logika

Awalnya aku mengira semua buku anak sama saja, tapi ternyata dunia literasi anak begitu kaya.

Membaca buku yang tepat di usia yang tepat membuat anak lebih mudah memahami, dan mereka belajar dengan gembira tanpa merasa terbebani.

Aku juga mulai rajin mengikuti akun-akun bookstamom di media sosial. Melihat koleksi buku mereka, aku sempat berpikir, “Kapan ya aku bisa punya buku sebanyak itu?”

Kondisi ekonomi keluargaku waktu itu belum stabil, membeli buku anak premium terasa mewah.

Namun aku percaya, buku anak bukan sekadar barang, melainkan investasi masa depan. Dari keyakinan itu, Allah Swt mempertemukanku dengan komunitas Book Advisor Mandira.

Komunitas tersebut menawarkan arisan buku anak premium. Melalui arisan buku ini, aku bisa memiliki buku premium impian sekaligus menjadi book advisor.

Pengalaman tersebut membuatku terhubung dengan orang tua lain yang sama-sama peduli literasi anak.

Belajar Menjadi Certified Read Aloud Trainer

Seiring waktu, aku semakin ingin mendalami read aloud. Aku sadar, membacakan buku bukan hanya soal membacakan buku dengan nyaring, tapi ada teknik yang perlu dipahami.

Sebelum ikut pelatihan, aku sempat ragu, “Apa aku bisa? Apa aku cukup layak?” Namun keinginan untuk belajar lebih besar daripada keraguanku.

Pada bulan Agustus 2024, aku mengikuti Training of Trainer (ToT) Read Aloud bersama Ibu Rosie Setiawan.

Pelatihan selama tiga hari itu membuka wawasanku tentang pentingnya ekspresi, cara memilih buku sesuai usia, serta memahami psikologi anak saat mendengarkan cerita.

Rasanya seperti menemukan dunia baru. Aku belajar bahwa read aloud bukan hanya soal membaca, tapi juga seni berkomunikasi dengan hati.

Alhamdulillah, aku lulus sebagai Certified Read Aloud Trainer. Dari seorang ibu yang awalnya hanya membaca buku sebelum tidur, kini aku bisa membantu orang tua lain mengenalkan literasi anak sejak dini.

Praktik Read Aloud di Rumah

Sejak saat itu, aku menerapkan read aloud dengan lebih terarah di rumah.

Malam hari menjadi waktu spesialku bersama anak. Ia tak hanya mendengarkan, tapi juga ikut berdiskusi tentang cerita.

Salah satu momen yang membuatku takjub adalah ketika anakku bisa menyebutkan nama-nama planet hanya dari cerita antariksa yang kubacakan. Tanpa dipaksa menghafal, ia belajar dengan gembira.

Perubahan juga terasa dalam kebiasaan anakku sehari-hari. Ia jadi lebih sering meminta buku daripada gawai, lebih ekspresif saat bercerita, dan mulai berani bertanya hal-hal kritis.

Aku semakin yakin bahwa read aloud adalah kunci menumbuhkan rasa cinta belajar seja dini.

Meskipun aku adalah book advisor Mandira, aku tak pernah membatasi anak hanya membaca buku premium.

Aku ingin ia bebas memilih sesuai minatnya, karena membaca sejatinya tentang kebahagiaan, bukan tuntutan.

Praktik Read Aloud dari Rumah ke Playdate

Allah Swt kembali membukakan jalan untukku. Aku mendapat tawaran menjadi guru preschool di sebuah playdate dekat rumah.

Di sini aku bisa mempraktikkan read aloud di depan anak-anak sekaligus menginspirasi orang tua.

Awalnya penuh adaptasi, tapi ketika melihat anak-anak berebut buku lalu datang padaku sambil bertanya, “Bu, ini ceritanya tentang apa?” hatiku langsung terenyuh.

Aku langsung membacakan cerita dengan penuh ekspresi, mengajak mereka menebak jalan cerita, sambil melihat mata mereka yang berbinar-binar.

Momen yang membuatku makin terharu adalah ketika ada orang tua berkata, “Bu, anak saya jadi minta dibacain buku lagi di rumah setelah ikut playdate kemarin”.

Saat itu aku merasa perjuangan ini bukan hanya untukku dan anakku, tapi juga untuk anak-anak lain

Itulah momen yang meneguhkan pilihanku, literasi anak adalah jalan yang ingin aku perjuangkan.

Mimpi Besar untuk Literasi Anak

Melihat kembali perjalanan ini, aku sadar semua bermula dari langkah kecil yaitu membacakan buku untuk anak di rumah.

Perlahan Allah Swt membuka jalan menjadi book advisor Mandira, memiliki buku premium impian, ikut pelatihan Read Aloud Trainer, hingga kini bisa mengajar di playdate.

Perjalanan ini mengajarkanku bahwa literasi anak bukan sekadar mengajarkan membaca, tapi menumbuhkan cinta pada cerita, imajinasi, dan pengetahuan.

Semua bisa dimulai dari satu kebiasaan sederhana “read aloud.”

Mimpiku sederhana… suatu hari nanti, aku ingin menjadi penulis buku anak sekaligus influencer literasi yang membantu banyak keluarga mengenalkan dunia membaca dengan cara menyenangkan.

Untuk sekarang, aku akan terus berjalan, langkah demi langkah, dengan satu misi di hati yaitu menjadikan buku sebagai teman terbaik setiap anak.

Dan aku percaya, setiap halaman buku yang kubacakan hai ini adalah doa dan bekal berharga untuk masa depan anak-anak.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *